Isi Kepala Saya
Sebagai seorang mahasiswa jurusan
komunikasi yang begitu terobsesi dengan ilmu psikologi, menurut saya sangat
penting untuk dapat mengekpresikan apa yang saya rasa dan pikirkan, bahkan mungkin
imajinasikan. Dan cara paling positif yang saya tahu adalah dengan membaca. Maka
saya menjadikan membaca sebagai sebuah hobi, sebuah pelarian. Ketika sedang
menunggu teman menjemput datang untuk menjemput, saya membaca. Ketika saya
sedang kelelahan akan segala tugas sekolah atau kuliah dan juga tanggungjawab
organisasi, saya akan membaca.
Bacaan
saya bukanlah buku-buku tebal berharga mahal yang membahas filsafat, awal dan
akhir kehidupan atau eksistensi Tuhan. Buku yang baca adalah buku-buku yang
menggambarkan bagaimana orang lain, dalam hal ini si penulis, mengimajinasikan
sebuah kehidupan. Atau sederhananya, saya gemar sekali membaca novel,
Teenlit, Metropop, Romance dan jenis
novel apa saja akan saya baca, selama saya merasa bahwa saya cukup tertarik dan
juga penasaran akan ceritanya, karakternya atau mungkin akhir kisahnya.
Meski
begitu, tidak jarang saya memiliki imajinasi sendiri mengenai bagaimana
seharusnya kisah dalam sebuah novel. Ada yang bilang, jika kita ingin membaca
sebuah kisah yang tidak pernah dituliskan, maka jalan keluarnya adalah kita
yang harus menuliskannya. Dan itu yang sering kali saya lakukan. Mungkin belum
mampu menulis novel, tapi sejak SMP, saya sudah terbiasa berekspresi dengan
cerita-cerita pendek tentang beberapa orang, atau mendeskripsikan momen-momen
singkat yang saya anggap menarik untuk dituliskan dan bahkan juga pada
waktu-waktu luang, saya menulis puisi.
Karena saya percaya, selain foto
atau gambar, tulisan juga mampu merekam momen dan mengabadikan waktu. :)

Komentar
Posting Komentar