Kenapa Saya?
Stefanny Widjaja, nama itu baru
pertama kali saya dengar saat saya ditugaskan menjadi koordinator desain salah
satu program kerja HMJ Ilmu Komunikasi UPH, iCare, sebuah kegiatan pengabdian
masyarakat. Beberapa hari sebelum acara berlangsung, saya harus membuat ID Card dengan nama itu. Asing sekali
namanya.
“Dia calon ketua HMJ tahun depan
loh.”
“Anak internasional kelas, IPK-nya
3,8 loh.”
“Dia itu task oriented, Nu.”
Ya, itu sekilas omongan orang
tentang Stefanny.
Dan bahkan ketika iCare
berlangsung, saya hanya bertukar sapa dengan dia beberapa kali. Hingga dia
mendatangi saya yang sedang menyantap makan siang di Food Junction UPH dan membuat saya nyaris tersedak.
“Nu, mau jadi kepala departement
pengabdian masyarakat ngga di HMJ tahun depan?”
Sekilas saya merasa
saking pintarnya, Stefanny ini mungkin sedikit gila dengan menawarkan sebuah
jabatan penting ke orang yang baru Ia kenal dua hari yang lalu.
Sampai kemudian saya meng-iyakan
dengan beberapa pertimbangan dan malam itu, setelah interview calon anggota HMJ yang begitu panjang, saya mendapat kesempatan
untuk melontarkan pertanyaan yang mengganggu saya sejak pertama kali Stefanny
menawarkan jabatan itu.
“Kenapa gue yang lu percaya?”
“Karena gue rasa lu cocok aja.”
Singkat. Dan tidak menjawab sama
sekali.
Jadi, inilah saya. Sebagai Kepala
Departement Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu
Komunikasi Universitas Pelita Harapan 2017/2018.

Komentar
Posting Komentar